Sering sekali kita jumpai tanah sekitar kita ada beda tinggi elevasi karena keadaan maupun faktor geologi. Untuk mengukur tanah yang tidak rata sebenarnya banyak cara tapi untuk pertemuan ini akan dibahas menggunakan cara selang timbang air. Salah satu metode yang sering digunakan dan banyak kita temui khususnya di lapangan atau proyek sederhana, karena lebih praktis dan lebih murah. Berikut langkah untuk menggunakannya:
Masukan air ke dalam selang timbang, pastikan gelembung-gelembung didalam selang sedikit, dengan cara dimasukan air lagi atau disentil “selentik” (dalam bahasa jawanya) supaya lebih akurat.
Pasang kedua sisi kayu (kayu bisa hanya dipegang atau dimasukan kedalam tanah, bila akan dibangun lebih baik patok dimasukan kedalam tanah untuk menjadi titik acuan).
Letakan selang timbang air di kedua sisi kayu (warna merah merupakan selang timbang air).
Perhatikan garis batas air kedua kayu (garis biru merupakan batas air dari kedua sisi A dan B).
Batas air pasti akan membentuk garis yang lurus secara horizontal (warna kuning).
Terakhir ukur dari permukaan tanah sampai batas air atau garis lurus horizontal akan kelihatan beda tinggi elevasi pada kayu A dan B.
Tinggi patok A = 30 cm dan tinggi patok B = 5 cm, untuk membedakan beda tinggi tinggal nilai yang besar dikurangi nilai terkecil contoh di atas maka A-B = 30-5 = 25 cm, jadi beda elevasi antara A dan B adalah 25 cm.
1 Komentar
asasasa