Pekerjaan plesteran dinding memang merupakan pekerjaan yang relatif mudah dalam pengerjaannya, namun mempunyai nilai waste material yang cukup tinggi, sehingga memerlukan perhatian dan metode cara plesteran dinding yang baik sehingga dapat dihasilkan pekerjaan plesteran yang baik, rata dan rapi. Pada pekerjaan plesteran tembok atau dinding pada suatu bangunan perumahan biasanya harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah (Handayono, 2015) :
Permukaan plesteran harus horizontal dan vertikal.
Ketebalan plesteran minimum yaitu 11 mm dan maksimum 16 mm.
Tidak terjadi retakan-retakan pada plesteran.
Ada beberapa cara atau metode melakukan pekerjaan plesteran dinding yang baik, yaitu (Handayono, 2015) :
a. Memasang dinding batu bata atau batako agar kedudukan plesteran itu ada. Diamkan minimal selama 1 hari.
b. Menyiram permukaan dinding dengan air sampai basah atau rata-rata dalam kondisi jenuh air.
c. Membuat adukan plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.
d. Menentukan tebal plesteran dengan menancapkan paku maksimal panjang 2″ pada permukaan dinding tersebut.
e. Pemasangan benang pada paku ke paku untuk menentukan horizontal dan vertikalnya bidang yang akan diplester dengan melihat permukaan.
f. Membuat kepala plesteran dengan memplester alur paku yang terikat benang tersebut. Diamkan selama 1 hari.
g. Menentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran, pastikan instalasi sudah terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bongkar pasang dikemudian hari.
h. Melakukan pekerjaan plester dengan sendok spesi dibantu dengan roskam. Penggunaan roskam dilakukan jika plesteran agak sedikit kering permukaan atau jenuh.
i. Mengecek kerataannya secara vertikal dan horizontal dengan menggunakan alat jidar.
j. Melakukan perawatan dengan menyiramkan air selama kurang lebih 7 hari agar tidak terjadi keretakan dinding.
a. Menyiapkan bahan dan peralatan.
b. Merencanakan dan menentukan komposisi campuran untuk setiap lapisan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.
c. Membasahi permukaan dinding secara merata.
d. Melemparkan plesteran dengan menggunakan sendok spesi ke bidang yang akan diplester.
e. Ratakan permukaan dengan roskam.
f. Jika terdapat lubang-lubang, lakukan pengisian kembali dengan adukan. Padatkan tanpa melempar dan ratakan dengan roskam lagi.
g. Melakukan finishing terakhir dengan meratakan permukaan plesteran secara skala besar. Gunakan jidar dalam proses ini.
a. Melakukan penyiraman atau curing terlebih dahulu pada permukaan dinding bata atau bidang yang akan diplester untuk menghindarkan keretakan.
b. Membuat adukan untuk plesteran.
c. Membuat kepala plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm menggunakan unting-unting dengan cara melot.
d. Biarkan selama 1 hari.
e. Melekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding kemudian ratakan dengan roskam, kemudian ratakan dengan rol perata.
f. Meratakan plesteran dengan acuan kepala yang telah dibuat.
Lapisan dasar dilaksanakan 1 hari atau lebih setelah pekerjaan pasangan batu bata.
Plesteran dilaksanakan 2 hari atau lebih setelah pekerjaan lapisan dasar.
Media atau pasangan batu bata disiram/bersih dari kotoran.
Plesteran harus rata dan tegak lurus.
Ketebalan maksimum 2 cm.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!