Kesalahan perencanaan dalam jenis perkerasan bisa mengakibatkan umur jalan menjadi lebih pendek. Untuk menghindari kerusakan yang masif, maka pemilihan jenis perkerasan sangatlah penting. Burt Look (2007) telah memberikan saran pemilihan jenis perkerasan berdasarkan pengaplikasiannya ditambah kedalaman tanah dasar.
Tekanan kontak pada pondasi fleksibel pasir dan lempung kira-kira sama
Tekanan kontak untuk pondasi kaku:
Diatas pasir, tekanan maksimum berada ditengah
Diatas lempung, tekanan maksimum terdapat pada bagian tepi
Tata letak lokasi pengujian harus mencerminkan pertimbangan di atas
Tanah dasar hanya mengacu pada tekanan dukung langsung, sementara material dibawah tanah dasar juga harus memberikan dukungan yang memadai, meskipun pada tekanan yang lebih rendah material dasar ini juga dapat mempengaruhi pertimbangan pergerakan.
Dapat dikatakan untuk desain perkerasan tebal/lapisan penutup, lapisan tanah dasar sekarang dikurangi hingga kedalaman 0,5 m teratas.
Pada perkerasan kaku (beton) merupakan material yang kaku dengan modulus elastisitas tinggi, dan ukuran lebar panel-panel beton sekitar 3,6-5 m, maka roda tekanan ke material di bawahnya menyebar pada kedalaman tanah dasar yang lebih dalam (namun dengan intensitas tegangan rendah). Pada perkerasan kaku, AASHTO menyarankan sifat-sifat daya dukung tanah dasar (nilai modulus reaksi tanah dasar, k) yang diperhatikan dalam perancangan tebal perkerasan adalah kedalaman 3 m. Bila dalam interval 3 m tersebut terdapat lapisan batu keras, maka modulus reaksi tanah dasar (k) akan bertambah. Kedalaman tanah dasar dari berbagai aplikasi yang disarankan oleh (2007).
Sumber : Burt Look dan Hary Christady Hardiyatmo
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!