Pertimbangan tipe perkerasan yang dipilih terkait dengan dana pembangunan yang tersedia, biaya pemeliharaan, volume lalu-lintas yang dilayani, serta kecepatan pembangunan agar lalu-lintas tidak terlalu lama terganggu oleh pelaksanaan proyek. Bina Marga 2024 menjelaskan untuk jenis struktur perkerasan baru terdiri atas:
a. Perkerasan pada permukaan tanah asli (at grade)
b. Perkerasan pada timbunan
c. Perkerasan pada galian
Tipe 1 Perkerasan Lentur pada Permukaan Tanah Asli (At Grade)
Tipe 2 Perkerasan Lentur pada Timbunan
Tipe 3 Perkerasan Lentur pada Galian
Tipe 1 Perkerasan Kaku pada Permukaan Tanah Asli (At Grade)
Tipe 2 Perkerasan Kaku pada Timbunan
Tipe 3 Perkerasan Kaku pada Galian
Gambar di atas menunjukkan struktur lapisan untuk perkerasan lentur dan perkerasan kaku menurut Bina Marga 2024. Dalam gambar tersebut:
LPA adalah lapis pondasi atas (base course)
LC (Lean Concrete) adalah campuran material berbutir dengan semen, pada kadar semen rendah. Lapisan ini digunakan sebagai lapis pondasi bawah (subbase course) untuk perkerasan beton.
CTB (Cement Treated Base) adalah campuran material berbutir dengan semen dan air dalam perbandingan tertentu. Lapisan ini digunakan sebagai lapis pondasi atas (base course).
AC-Base adalah lapis aspal beton untuk lapis pondasi dengan ukuran agregat maksimum tertentu. Lapisan ini berfungsi untuk memberi dukungan pada lapis permukaan, mengurangi tegangan akibat beban dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course). Lapisan ini diletakkan di antara lapis pondasi atas dan lapis aus yang bergradasi agregat tertentu.
AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) adalah aspal beton lapis penutup perkerasan jalan yang bergradasi padat.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!