Uji penetrasi kerucut statis atau uji sondir banyak digunakan di Indonesia, di samping uji SPT. Pengujian ini sangat berguna untuk memperoleh nilai variasi kepadatan tanah pasir yang tidak padat. Pada tanah pasir yang padat dan tanah-tanah berkerikil dan berbatu, penggunaan alat sondir menjadi tidak efektif, karena mengalami kesulitan dalam menembus tanah. Untuk tanah lanau sedang s/d padat masih ada kemungkinan untuk bisa ditembus oleh uji sondir.
Konus belanda (karena dikembangkan di negara belanda) merupakan sebuah penetrometer statis (alat mengukur ketahanan tanah, yang sering digunakan untuk menilai kepadatan dan kekuatan tanah) yang memiliki sudut puncak 60˚ dan luas ujung 1.000 mm² (diameter 35,7 mm) ujung paling bawah disebut bikonus. Penetrometer tersebut disambungkan pada suatu rangkaian batang pejal yang bergerak didalam batang berongga terluar dengan diameter terluar dari batang terluar sama dengan diameter konus (kerucut).
Alat sondir dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengukur tahanan ujung dan tahanan gesek dari selimut silinder mata sondirnya. Cara menggunakan alat ini, dengan menekan pipa penekan dan mata sondir secara terpisah, melalui alat penekan mekanis atau dengan tangan yang memberikan gerakan kebawah. Kecepatan penetrasi kira-kira 10 mm/detik.
Bagian bentuk :
Ujung warna merah disebut bikonus di kebelakang bikonus ukurannya lebih kecil dan tidak menyentuh tanah lihat pada gambar diatas.
Diameter warna hijau dibelakang langsung menyentuh tanah ukurannya sama dengan diameter bawah warna hijau.
Cara kerja sondir:
Dorongan pertama warna hijau akan mendapatkan bacaan tahanan ujung/end bearing (qc) seperti pada gambar 2.2 hanya warna hijau yang turun.
Didorong yang kedua maka warna hijau dan merah turun ada bacaan tahanan ujung (qc) dan friksi (f) = (qc+f) seperti gambar 2.3 diatas warna merah dan hijau turun.
Konus beserta lengan (bidang geser f) lalu bergerak bersama-sama setelah ujung lengan tidak lagi bergerak di dalam badan konus. Uji tersebut kemudian diulangi, di mana tahanan konus biasanya ditentukan pada tiap kedalaman 200 mm. Perlu diperhatikan bahwa konus harus selalu tetap vertikal selama penetrasi. Suatu peralatan yang lebih teliti berupa penetrometer konus (kerucut) dengan friksi di mana sebuah lengan friksi ditempatkan di atas konus. Uji kerucut statis (sondir) tidak mengeluarkan tanah saat pengujian berlangsung, maka jenis tanah tidak dapat diketahui dengan pasti.
Vidio test sondir : https://www.youtube.com/watch?v=3cEjr7wl4VI
Sumber : R.F Craig, Budi Susilo S., Hary Christady Hardiyatmo, Mahsyur Irsyam
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!