Ada banyak jenis retak pada dinding yang perlu dikenali. Pasalnya, masing-masing jenis retakan tersebut memiliki penyebab yang berbeda dan cara mengatasinya juga berbeda. Bila tidak segera diatasi, ada yang sampai mempengaruhi struktur bangunan yang nantinya berakibat fatal. Selain itu, dinding yang retak tentu akan mengurangi tampilan bangunan. Keretakan pada dinding merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan suhu, pengendapan, atau adanya masalah pada struktur bangunan.
Sumber : propertytimes.id
Retakan yang sangat tipis, biasanya dengan lebar < 0,2 mm. Retakan ini sering kali hampir tidak terlihat dan tidak menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.
Penyebabnya
Umumnya, retakan rambut muncul akibat adanya penyusutan plester atau cat saat proses mengering. Retakan ini juga dapat muncul ketika terjadi perubahan suhu atau perubahan kelembapan yang mempengaruhi plester atau cat. Bisa juga campuran plasteran maupun acian yang kurang tepat atau pengaplikasian plesteran terlalu tebal. Bahan pasir yang terlalu banyak kandungan lumpur atau bahan organik juga bisa membuat dinding retak rambut.
Memperbaiki
Bila tidak terlalu parah retak rambut bisa tertutupi dengan plamir atau skim coat, jangan lupa area permukaan dinding dibersihkan dari debu terlebih dahulu.
Retak Vertikal Sumber : lantai-kayu.id
Retak Horizontal Sumber : istockphoto.com
Retak Diagonal Sumber : rajawaliparquet.com
Retakan vertikal, horizontal dan diagonal bila tidak > 2 mm maka tidak dinyatakan kerusakan struktur. Perlu dicek semakin hari apakah tambah melebar, cara mengecek yang sederhana dengan garis menggunakan spidol arang berlawanan dari retak tersebut. Bila semakin hari tambah lebar bisa menjadi kerusakan pada struktur salah satunya pondasi mengalami penurunan dan cara memperbaiki harus konsultasi dengan orang profesional.
Penyebabnya
Retakan ini dapat muncul akibat material yang terlalu kaku, hal ini biasanya terjadi ketika campuran semen terlalu banyak. Selain itu, retakan vertikal juga dapat muncul akibat penyusutan material fondasi, pergerakan tanah di sekitar fondasi, atau pengendapan normal akibat perubahan suhu. Retakan ini tidak perlu dikhawatirkan, kecuali retakannya terlihat lebih besar di bagian bawah atau atas.
Memperbaiki
Plesteran atau bahan pengisi yang dapat mengisi retakan secara efektif. Sebelum melakukan perbaikan, penting untuk membersihkan area retakan secara menyeluruh dan memastikan bahwa permukaan dinding dalam kondisi kering.
Atau pilihan kedua retak tersebut bisa diperbaiki dengan menambahkan kasa gipsum (drywall tape) dan perekat di sepanjang retakan. Setelah retakan tertutup, ratakan permukaannya dengan kompon agar hasilnya halus.
Retak struktur Sumber : ambpi.com
Retak struktural merupakan jenis retakan yang terjadi akibat adanya masalah pada struktur bangunan lebar retak > 2mm. Jenis retak pada dinding ini dapat berupa retak tekan, retak susut, retakan map cracking, atau retakan tersebar. Bila hal ini terjadi, bangunan harus segera mendapat perbaikan yang sesuai.
Penyebabnya
Penambahan beban yang melebihi kapasitas desain struktur dinding dapat menyebabkan retakan. Beban ini bisa berasal dari perabotan berat, perubahan fungsi ruangan yang menambah beban struktural, penambahan lantai baru tanpa perhitungan yang tepat atau desain pondasi yang kurang sesuai dengan fungsinya.
Memperbaiki
Jika retak dinding disebabkan oleh masalah struktural seperti pergeseran fondasi, perbaikan sederhana dengan epoxy atau plester tidak akan cukup. Anda perlu menghubungi profesional untuk melakukan perbaikan lebih lanjut, seperti pemasangan beton tambahan atau perbaikan struktur lainnya.
1 Komentar
bagus sekali